Elegi Kerinduan
Masih terngiang di telinga alunan musik dari Padi di hp usang yang layarnya telah retak,
samar-samar ingatan kembali ke masa saat kita masih bersama...
Bermula dari Aplikasi yang simbol nya berwarna Hitam, dari inisial di penghujung aksara.
dari sekedar bersapa lewat guyonan, lalu mulai saling ingin tau pribadi masing masing lewat jejaring sosial,
dan akhirnya mulai berkembang ke japrian yang sifat nya tak kenal waktu,
lalu dengan niat dan keyakinan yang tulus untuk menjaga dan mendampingi mu di sisa usia,
bertemulah kita di kota mu seperti janji yang tak pernah ingkar.
Dua hari kita menghabiskan hari berdua, tak kenal lelah
Dan ketika pertemuan pun harus kita akhiri karena keesokan hari kita masih punya kesibukan masing-masing,
tak menyurutkan langkah ku untuk selalu ada untuk mu
Tapi kini,
kembali aku disini,
tak mendapati lagi kehadiran dirimu
seperti awal mula kita bertemu..
(meski sesekali aku stalk, hanya ingin melihat wajahmu di sosial media lain)
Ada kerinduan yang tertahan jauh di relung kalbu
ingin ku menggapaimu
tapi apa daya...
dirimu bukanlah yang dulu selalu kunanti